Lestarikan Musik Etnis Indonesia Melalui Karya Net Label


Tidak dapat dipungkiri musik menjadi sebuah tren yang tidak hilang ditelan zaman. Meskipun pergerakan genre musik yang terus berubah setiap waktu, musik tetap menjadi sebuah hiburan bagi masyarakat, khususnya di Indonesia. Namun, saat ini musik etnis dan tradisional asli Indonesia seakan mulai tertutup oleh popularitas musik-musik pop dan musik luar negeri. Sebuah kesadaran untuk melestarikan musik etnis inilah yang mendorong seorang mahasiswa ITB, Archie Anugrah, untuk membuat sebuah media publikasi karya musik-musik etnis Indonesia.

Berawal dari keinginan untuk berkontribusi sebagai mahasiswa, Archie mecoba memikirkan sebuah solusi yang dapat membantu masyarakat Indonesia. "Sebenarnya banyak ide perangkat lunak yang ingin saya kembangkan, mulai dari yang sederhana sampai yang tidak masuk akal," ujar Archie.

Namun, kenyataan akan kurang tersosalisasikannya musik-musik etnis Indonesia inilah yang akhirnya menggugah mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2008 ini untuk membuat sebuah net label musik etnis Indonesia. "Saya seorang musisi juga, jadi mengapa tidak saya coba menciptakan solusi untuk dunia musik itu sendiri," jelas Archie. 

Media Publikasi Sekaligus Komunitas 
Experia Net Label, begitulah nama net label yang diusungnya, merupakan sebuah media publikasi dan sosialisasi musik-musik etnis di Indonesia secara gratis. Seperti tertulis pada situs resminya, http://experialabel.wordpress.com, net label yang baru dirilis Januari 2012 ini memang bukan untuk tujuan komersil. Para musisi tradisional Indonesia dapat memanfaatkan media untuk membuat karyanya dikenal masyarakat.

Mahasiswa yang sekarang tengah menempuh tahun keempatnya di ITB ini juga mengungkapkan bahwa mimpi yang dibawanya memang cukup besar. "Selain untuk melestarikan musik etnis Indonesia yang merupakan salah satu budaya bangsa, nantinya diharapkan dapat terbentuk sebuah komunitas musisi etnis yang bisa membawa budaya untuk saling berbagi dan membawa daya tarik lebih bagi masyarakat," jelas Archie.

Pada akhirnya, komunitas ini diharapkan dapat memiliki kekuatan untuk bertahan dan berkembang menjadi lebih besar untuk musik etnis dunia. Ia berpesan bahwa mimpi yang besar ini akan dapat tercapai hanya jika musisi etnis Indonesia juga ikut andil di dalamnya. "Mungkin bisa dimulai dari partisipasi berbagai unit budaya yang ada di ITB," tutup Archie.

Pendidikan

More »

Mahasiswa

More »

Kesehatan

More »

Sponsor