Universitas Negeri Padang Disarankan Pindah Lokasi

Pemerintah Kota Padang menilai Universitas Negeri Padang (UNP) perlu memikirkan pemindahan kampus ke lokasi yang lebih aman karena berada di zona merah dan hanya berada lima meter di atas permukaan laut. 

Wali Kota Padang Fauzi Bahar, di Padang, Sabtu (28/4), mengatakan saat ini dalam Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2010-2030 yang telah disahkan DPRD di dalamnya juga ada daerah yang akan dijadikan kawasan pusat pendidikan, yaitu Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah. 

"Kita melihat universitas yang ada di sekitar bibir pantai saat ini perlu memikirkan untuk pemindahan kampus masing-masing, dan tidak lagi memusatkan pembangunan di kawasan yang masuk zona merah," katanya. 

Menurut dia, ke depan diharapkan pusat pendidikaan dan juga pemukiman masyarakat dipusatkan pembangunannya di kawasan yang memiliki ketinggian 10 meter di atas permukaan laut. 

Dalam hal kebencanaan, Kota Padang sendiri termasuk kawasan rawan bencana karena berada di antara dua lempeng bumi, yaitu Eurasia dan Indoaustralia, serta juga terletak pada patahan Semangko, sehingga perlu penataan yang aman dari bahaya gempa bumi dan ancaman tsunami. 

Pascagempa 30 September 2009, satu per satu universitas yang ada di daerah itu telah mulai membangun di zona aman, seperti yang dilakukan Universitas Bung Hatta yang membangun kampus baru di kawasan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah. 

Selanjutnya, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol yang membebaskan lahan di daerah Koto Tangah untuk pengembangan kampus, begitu juga dengan Universitas Andalas (Unand) yang dianggap paling strategis untuk pendidikan. 

"Saat ini Unand dengan luas kampus 500 hektare lebih sangat strategis dan UNP pun juga harus merencanakan untuk melakukan pemindahan kampusnya ke daerah yang jauh dari pinggir pantai," ujar Fauzi. 

Ia menambahkan, UNP setidaknya harus mencari lahan di sekitar kawasan Bukit Napa, Kecamatan Kuranji seperti yang juga dilakukan kampus-kampus lainnya. Paling tidak lahan yang perlu dibebaskan sekitar 300 hektare, katanya. 

"Meski baru akan dibangun 20 tahun mendatang, saat ini terlebih dahulu harus ada pemikiran untuk pembebasan lahan di kawasan yang lebih aman," tegasnya.

0 comments:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak anda di kota ini.
Ini bisa membantu kami dalam mengenali anda.
Terima kasih.
Salam Blogger!

Pendidikan

More »

Mahasiswa

More »

Kesehatan

More »

Sponsor