Kontes Robot Di ITB

Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2012 pada 28-30 Juni 2012 di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Selain Unhas dan PNUP, kontes itu juga diikuti perguruan tinggi lain di Kawasan Timur Indonesia (KTI), yakni STMIK Tarakanita (Tarakan, Kalimantan Timur), Universitas Tadulako (Palu), Poltek Banjarmasin, dan Universitas Nusa Cendana (Nusa Tenggara Timur). Mereka adalah yang terbaik dari 22 perguruan tinggi di Sulawesi, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Kampus-kampus ini sebelumnya bersaing dalam kontes robot tingkat regional V di Makassar beberapa waktu lalu.

PNUP Makassar mendapatkan penghargaan sebagai Tim Robot Desain Terbaik dan menjadi pemenang dua KRI Regional V. Sedangkan Unhas menduduki posisi ketiga pemenang KRCI regional. "Pemenang 1, 2, dan 3 kategori KRI dan KRCI regional ini akan bertanding di tingkat nasional memperebutkan posisi wakil Indonesia di ABU Asia Pacific Robot Contest 2012 di Hong Kong pada 19 Agustus mendatang," kata Humas Unhas Dahlan Abu Bakar. 

Menurut Dahlan, dalam KRI 2012, Unhas menyiapkan tiga unit robot yakni otomatis, manual, dan kolektor. Ketiga robot tersebut harus mampu bekerjasama memasukkan bola ke dalam keranjang setelah melewati beberapa rintangan. "Penilaian menjadi titik berat dari kontes ini adalah gerakan-gerakan mekanis robot, dari cara memanjat, mengambil, dan kemampuan lain," ujar dia. 

Peserta KRCI 2012, tutur Dahlan, sebanyak 12 tim mengikuti kontes robot berkaki dan 22 tim mengikuti kontes robot beroda. Robot berkaki dan beroda ini akan mengutamakan kemampuan robot melakukan manuver, navigasi, kecepatan menyelesaikan misi, mencari titik api dan kembali ke posisi awal. Robot yang berhasil menemukan dan memadamkan titik api itulah yang akan dinyatakan sebagai pemenang.

Sementara robot cerdas yang masuk kategori Divisi Humanoid League (bermain bola lapang) hanya diikuti empat peserta dengan setiap tim yang terdiri dari satu robot penjaga gawang dan satu robot penggiring bola. "Robot yang bertanding harus mampu mencari, membawa dan menendang bola ke gawang lawan. Tim yang paling banyak memasukkan bola ke gawang dinyatakan sebagai pemenang," ungkap Dahlan.

Pendidikan

More »

Mahasiswa

More »

Kesehatan

More »

Sponsor