Lulusan SMA akan Banyak Yang Nganggur

Dinas Pendidikan Provinsi Banten memperkirakan lebih dari separuh dari 108.000 siswa sekolah menengah atas sederajat, yang dalam waktu dekat diumumkan kelulusannya, akan menganggur.

Masalah ini timbul akibat daya serap dunia kerja yang minim dan ketidaksiapan siswa berwirausaha.
”Saya menduga yang tidak melanjutkan kuliah dan tidak terserap dunia kerja atau berwirausaha sekitar 50-60 persen dari 108.000 siswa yang akan diumumkan kelulusannya sebentar lagi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Hudaya, di Serang, Banten, Kamis (24/5/2012).

Perusahaan tidak bisa disalahkan karena tidak menerima lulusan SMA akibat kompetensi yang kurang. Di sisi lain, pendidikan yang diberikan selama ini juga belum mampu mengantarkan para siswa pada kesiapan untuk berwirausaha.

”Ke depan kami akan memastikan bahwa sejak SD anak-anak harus mulai dikenalkan dengan kewirausahaan,” katanya.

Kerja sama Honda

Dalam jangka pendek, lanjut Hudaya, pihaknya berusaha mencari solusi bagi lulusan SMA maupun SMK yang kesulitan melanjutkan kuliah, mencari kerja, maupun membuka usaha sendiri.

”Awal Juni ini kami akan mengadakan MOU (nota kesepahaman) dengan Honda untuk kegiatan peningkatan kemampuan di bidang perbengkelan yang bersertifikat Honda. Diharapkan para peserta nantinya dapat membuat bengkel sendiri,” kata Hudaya.

Peserta kegiatan ini akan direkrut dari lulusan SMA atau SMK dari seluruh Banten. Jumlah yang akan direkrut sekitar 1.500 orang. Mereka yang berminat dapat mendatangi Balai Pendidikan Non Formal atau Pusat Kegiatan Belajar Mengajar di kabupaten/kota.

Proses peningkatan kemampuan di bidang perbengkelan ini akan berlangsung tiga bulan dan diharapkan mulai berjalan sekitar Agustus dan berlangsung secara bertahap.

Fokus pembangunan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Banten, jumlah penduduk yang tidak bekerja di Provinsi Banten pada Februari 2012 tercatat 579.677 orang. Jumlah penganggur di Banten turun dibandingkan Februari 2011, yaitu 697.083 orang.

Sebelumnya, pada kesempatan terpisah, dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Muhammad Sabeth Abilawa mengatakan, fokus pembangunan Banten lima tahun mendatang perlu memberi perhatian lebih pada masalah pendidikan dan kesehatan untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia.

Pendidikan

More »

Mahasiswa

More »

Kesehatan

More »

Sponsor