Puluhan Mahasiswa Asing Mbatik di Malang

Mahasiswa asing dari 20 negara yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Jawa Timur belajar membatik dalam pelatihan yang digelar di Politeknik Negeri Malang (Polinema), kemarin. Mereka tampak antusias belajar batik tulis yang merupakan budaya khas Indonesia.

Salah satu peserta pelatihan, Johana mengaku, keterampilan membatik ternyata membutuhkan kreativitas tinggi. Gadis asli Filipina ini mengaku senang bisa ikut dalam pelatihan ini, karena bisa belajar salah satu warisan budaya Bangsa Indonesia. "Membatik ternyata cukup sulit," ujarnya.
Dalam pelatihan ini, para mahasiswa asing dari beberapa negara seperti Thailand, Perancis, Vietnam, Uganda, Azerbaijan, Filipina, Hongaria, Jepang, Kenya dan Jerman, diajari bagaimana cara membatik mulai dari pembuatan sketsa, penulisan dengan canting, hingga mengatur pewarnaan yang serasi dan menarik.

Koordinator acara pelatihan membatik, Ali Imron berharap, batik lebih bisa dikenal di dunia internasional. Para peserta yang berasal dari berbagai negara ini diharapkan bisa menularkan ilmu membatik ke negara masing-masing. "Batik memang khas budaya Indonesia, dan perlu dikenalkan ke dunia internasional," ujarnya.

Selain dari berbagai negara, para peserta ini juga berasal dari berbagai kampus yang berbeda seperti Universitas Airlangga (Unair), IKIP Budi Utomo, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Negeri Malang, dan Universitas Muhammadiyah Surabaya. Mereka tak sekedar diajari teori, namun juga langsung praktik membatik sesuai dengan kreativitas masing-masing peserta.

0 comments:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak anda di kota ini.
Ini bisa membantu kami dalam mengenali anda.
Terima kasih.
Salam Blogger!

Pendidikan

More »

Mahasiswa

More »

Kesehatan

More »

Sponsor