Argentina Tertarik Model Wisata Budaya DIY

Wisata budaya yang menjadi ikon Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung. Namun juga ternyata mampu menarik minat beberapa perguruan tinggi Argentina untuk mengembangkan pendidikan wisata budaya lewat kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada.

Demikian salah satu hal yang mengemuka dalam kunjungan delegasi lima universitas Argentina dalam penjajakan kerjasama pendidikan dengan UGM,
Jumat (11/5), di ruang multi media, kantor pusat UGM. Kunjungan para delegasi perguruan tinggi Argentina ini diterima oleh Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi, Perencanaan, Pengembangan, dan SDM. Ir. Adam Pamudji Rahardjo, M.Sc., Ph.D dan sekretaris Eksekutif UGM Drs. Djoko Moerdiyanto, M.A.

Lima universitas Argentina yang hadir berasal dari universidad Del Gran Rosario, universidad abierta interamericana, universidad de la Cuenca del plata, universidad de conception del Uruguay, universidad de flores, Universidad del este. Kunjungan para delegasi ini dipimpin langsung oleh Dubes Indonesia untuk Argentina, Nurmala Pandjaitan Sjahrir, dan didampingi Presiden Konfederasi Pendidikan Tinggi Swasta Argentina, Edgardo De Vincenzi.

Edgardo mengatakan wisata budaya yang dikembangkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X telah menjadikan DIY sebagai ikon dunia untuk konsep pariwisata budaya. Sehingga pendidikan pariwisata budaya pun patut untuk dikembangakan untuk pendidikan bagi mahasiswa argentina yang nantinya belajar di UGM. “Agar mahasiswa Indonesia dan Argentina bisa saling mempromosikan,” katanya.

Kendati demikian, menurut Edgardo, bahasa menjadi faktor penghambat bagi mahasiswa argentina dalam mengikuti pertukaran pelajar. Kebanyakan mahasiswa Argentina lebih banyak menggunakan bahasa spanyol. Adapun ,bahasa inggris sangat jarang dipergunakan di Argentina. Namun begitu, menurutnya hal itu akan bisa diatasi secara bertahap. “Memperkenalkan dan mengkombinasikan budaya argentina dan Indonesia merupakan salah satu hal yang penting dari kerjasama ini,” katanya.

Dubes Indonesia untuk Argentina, Nurmala Pandjaitan Sjahrir, menuturkan kerjasama antar perguruan tinggi Indonesia dan Argentina, memberi peluang kerjasama pertukaran mahasiswa dan dosen, pertukaran professor dan hasil riset. Bahkan bisa menjadi ajang saling tukar informasi kedua negara. “Kita butuh tukar informasi dari kerjasama ini lewat pertukaran mahasiswa dan dosen. Sekaligus mempromosikan Indonesia di tingkat global,” pungkasnya.

Pendidikan

More »

Mahasiswa

More »

Kesehatan

More »

Sponsor