Dua Negara Di jelajahi dengan KKN Internasional

Sebanyak 46 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) siap mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di dua negara. Negara tersebut adalah Jepang dan Malaysia.

Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini Kuliah Kerja Nyata Internasional yang akan dilakukan oleh mahasiswa Unhas berkerja sama dengan dua negara tersebut.
Untuk di Jepang ada 3 mahasiswa yang akan ditempatkan di tiga wilayah yakni di Ehima, Kochi, dan Kagawa. Sedangkan di Malaysia, sebanyak 43 mahasiswa akan ditempatkan di dua wilayah yakni 15 orang di Pulau Sebatik dan 28 orang di Keddah (perbatasan Malaysia dan Thailand).

Ditanya mengenai kesiapan mahasiswa yang akan mengikuti KKN Internasional ini, Baso Hamdani yang akrab disapa Baso angkatan 2008 di jurusan Ilmu Perkapalan yang akan mengikuti KKN di Jepang saat bertandang ke Redaksi Harian Fajar, baru-baru ini mengungkapkan kegembiraanya karena bisa berkunjung ke negeri sakura. Apalagi ia sudah akrab dengan beberapa mahasiswa di Universitas Ehima Jepang yang beberapa waktu lalu melakukan penelitian di Makassar.

"Kalau perasaan yah senanglah, soal kesiapan ke sana Alhamdulillah sudah 100 persen, mengingat kemarin sudah kenal akrab dengan mahasiswa Universitas Ehima Jepang yang melakukan penelitian di Makassar," tutur lelaki kelahiran Wajo, 15 Januari 1990 ini.

Bukan hanya Mahasiswa yang akan melakukan KKN ke Jepang saja yang berkunjung ke Redaksi Harian Fajar. Tetapi Ada juga Auliyansyah yang akrab di sapa Anca mahasiswa angkatan 2008 di jurusan Ilmu Perkapalan yang akan mengkuti KKN di Pulau Sebatik Malaysia juga mengungkapkan Kesenangannya dapat berkunjung ke Pulau Sebatik yang dulunya memiliki kedekatan emosional dengan negara Indonesia. Ditanya mengenai kesiapannya ia dengan lantang menjawab siap 100 persen.

Untuk di Malaysia, selain di Pulau Sebatik sebanyak 28 mahasiswa akan ditempatkan di perbatasan antara Malaysia dan Thailand. Muhammad Nurckhalik Djirimu yang akrab disapa Khalik merupakan salah satu mahasiswa yang akan mengikuti KKN di perbatasan Malaysia dan Thailand. Ia sangat antusias dan mengungkapkan bahwa sebagai penerus bangsa selayaknya kita tidak hanya berpikir sebatas di Sulawesi dan Indonesia saja, akan tetapi kita dituntut untuk berpikir global. "Berpikir global menjadi kewajiban kita hari ini," katanya.

Disinggung masalah program kerja, Baso mengungkapkan program utama untuk KKN ini khususnya di Jepang nantinya dikhususkan pada Agrokompleks yang mengarah pada 3 bidang yakni pertanian, kehutanan, dan kelautan. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa untuk proker lainya, masih menunggu konfirmasi dengan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga akan KKN di Jepang.

"Untuk proker, tentunya ada proker utama kita, yakni mengarah pada Agrokomplek yang terdiri atas tiga bidang yakni pernaniam, kehutanan, dan kelautan. Untuk prokerlainnya masih tunggu kontak dengan mahasiswa IPB dan UGM, kebetulan mereka juga ikut bersama kita untuk KKN Internasional ke Jepang," pintah lelaki yang akan berangkat ke Jepang oktober mendatang.

Ada cerita menarik ketika Anca, mahasiswa yang akan mengikuti KKN di Pulau Sebatik mengungkapkan program kerjanya yang terdiri atas tiga, yakni budidaya rumput laut, budidaya kepiting bakau, dan teknologi pasca panen. Ia heran dengan informasi yang ia dapatkan dari pemateri di pembekalan KKN kemarin, bahwa 98 persen penghuni Pulau Sebatik adalah orang Bugis. Sontak ia tersenyum dan semakin percaya diri menuju tepat KKN yang rencananya akan ia datangi tanggal 26 Juni mendatang.

Selain di Pulau Sebatik ada juga di perbatasan Malaysia dan Thailand. Menurut Khalik, Program kerja selama dua bulan nanti dilakukan oleh 28 mahasiswa yang akan dikelompokkan menjadi 6 bagian. Tentunya setiap kelompok membahas permasalahan yang berbeda-beda. kelompok pertama tentang politik internasional, kelompok ke-2 tentang komunikasi internasional, kelompok ke-3 tentang hukum internasional, kelompok ke-4 tentang Diplomasi dan negosiasi, kelompok ke-5 tentang studi knflik dan perdamaian, dan yang kelompok terakhir tentang studi kawasan Asia Tenggara.

Ke-6 permasalahan tersebut menjadi batu loncatan untuk membuat program kerja yang tentunya akan menghasilkan beberapa pandangan yang berbeda dari masyarakat yang ada di sana. Selain itu kerjasama dengan Universitas Utara Malaysia sangat membantu menemani kita dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, lanjut khalik yang akan berangkat bersama 28 temannya tanggal 25 Juni mendatang.

Kesiapan yang telah mereka dapatkan tidak lepas dari pembekalan yang telah di berikan pihak birokrasi selama seminggu. Pembekalan yang menghadirkan para Ahli di setiap bidang keilmuannya sangat membantu dan memotivasi mereka. 

Selain pembekalan umum, mahasiswa KKN Internasional di berikan pembekalan khusus yang dipimpin oleh Wakil Rektor I, Prof Dadang Ahmad Suriamiharja, M.Eng bersama Ketua UPT KKN, DR. Hasrullah, M.Si dan Sekretaris UPT KKN, DR. Bernat Zainal, STP. MFT. di Ruang Ipteks lantai 2, kemarin. Mereka sangat mendukung dan memotivasi mahasiswanya dalam mengikuti KKN internasional ini. Selain itu diskusi kecil mengenai kesepian mahasiswa tidak lupa dilakukan demi melihat mengukur sejauh mana kesepian mereka selama ini. (Sumber)

Pendidikan

More »

Mahasiswa

More »

Kesehatan

More »

Sponsor